'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN',

on Minggu, 06 September 2009

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan
memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.

"
Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.

"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima rahmat
yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".

"
Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.

"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, 'ALHAMDULILLAHI
RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan' ".

"
Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku.

Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian
yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

"
Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

"Dan
jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian
dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

"
Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ....
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"
Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian ... maka
engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.

"
Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ...
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

"
Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

"
Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda,
yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau
orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca
sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua.

"Dan
ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa,
'
Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak
nikmat kepadamu' ".
(
QS:Ibrahim (14) :7 )

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih :
"Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi".
Thanks Pak Mament.. atas tulisan2nya

Mampukah kita Mencintai Tanpa Syarat… ???

Kisah Nyata, Buat para suami baca ya….. istri & calon istri juga boleh.. semoga bermanfaat

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga
seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak
tidak ijinkan kami menjaga ibu” . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.” Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat
menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit,,,”

Terharu ngebaca tulisannya dikirim oleh seorang teman..
Semoga ada lelaki yang seperti pak Suyatno...amiin..

Akhirnya.... 178 postingan...

on Minggu, 30 Agustus 2009

Sebenernya kapan mulai lombanya?? Hehe... kok berasa senang sampai akhir ini ya?? Serasa tercapai apa yang lagi gencar2nya ditargetkan. Makasih yiaa... udah ngajakin berpacu buat posting segini. Untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita berdua... huahaha...

Maksud postingannya segini itu, 178 yaitu tanggal 17 bulan delapan hari kemerdekaan indonesia.Disaat orang2 melaksanakan upacara di bagian tertinggi di Indonesia lah, di dasar laut lah, n so on. Tapi, kita malah meniatkan buat posting 178. hihi... seru juga...

Senang rasanya kembali ada yang nantang buat melakukan sesuatu yang asyik. Meski kadang isi postingan ini rada2 dipaksakeun.... tapi, wayahna lah...
Sawangsulna atos ngajakeun perlombaan.... ^_^
Mhh... Lega... bisa menuntaskannya. Meski tertatih menyelesaikan postingan ini. Bentar2 mama manggil,
“Bantuin bentar lok...”
Trus papa,
“Lokk,, sini bentar nak..”
.... selsesai juga akhirnya...

Kenapa serasa menang lomba n dapet hadiah gini ya?? Hihi.... perasaan biasa aja. Mungkin karena ga pernah posting sebanyak ini.
“Biasa aja kali linn...”..., kembalilah ke alammu...^_^

Ayyoo.... kutunggu postinganmu malova...
Kapan nih??? Udah gatel mo ngebacanya...
Di sela2 tidur postingan juga donkk...
Heihehe...
Kalo enggak, sambil tidur postingan aja....
Peace.... ^_^...

Selamat Berjuang...
Ngejalani hari2 menyenangkan ke depan...
Semoga ga bosan n ga jenuh lagi...
Nikmatilah hari ini...
Meski dengan kesedihan dan kebahagian...
7 senyuman untuk yang udah ngasih semangadhh....
:):):):):):):)....^_^

At last but not Least. Mohon maaf jika banyak kata2 yang salah dan sulit dimengerti. Mohon maaf juga jika isi postingannya banyak huruf2 yang terlupa. Atau ngelenceng kemana2. Terserahlah...
Jadi basa basi Kiyeuu....hhe

aLhaMduLiLLaHiRabbiL’aLamin...^_^

Sabtu Minggu Allah Uji kesabaran ini...

Sabtuu....
Sabtu kemaren di sekolah di uji dengan ga ada kerjaan. Duduk2 di ruang majelis guru. Sholat Dhuha dan tilawah beberapa lembar. Akhirnya bingung juga mau ngapain. Sempat bales2an sms dengan murid yang akhirnya membuatku jadi dapet Bonus sms. Huaa... assiikkk.. bonus 100 sms. Huahaa...
Aku diuji, akhirnya smsan dengannya (nya?? Siapa?? Haha..., malu.. siapa coba? Sama anak tetangga, hiaha..., tapi... tapi... berakhir di januari.... hihi(ngacooo banget dah))... ah, lewat

Disaat2 ga da kerjaan emang setan gampang sekali untuk masuk dan menggoda diri ini. Nyoba untuk tilawah lagi. Lama2 rada capek juga, akhirnya mencoba untuk menghabiskan bonus sms ke semua nomor indosat yang ada di HP. Sms2 kata2 sok mutiara gitu lah...:D... Perasaan sudah dibuat tidak tenang sama setan amburadul (hihi... piss set...wkwkwkw)... Ngorol2 sama uni wilda sejenak....

Mo pulang ke rumah, tiba2 ada telpon dari adik2 SMA 2. Minta buat mampir ke SMA bentar. Ada yang mo dikasihin, katanya... (hee... padahal ada yang mo didiskusiin... mau nanya sesuatu). Akhirnya dengan minyak sekarat (ga tahu deh kalo mati di jalan mesti gimana)... setelah sholat zuhur bertolak ke SMA 2. Disana 6 wajah imoet n manis menanti. Duuhh... senangnya. Jadi inget masa SMA. Diskusi2 bentar, ngebahas beberapa permasalahan mereka, masalah yang tak pernah luput dari remaja. (Haa... emang aku pernah remaja gtu?? Huehew)...

Pulang ke rumah hampir mo jam setengah tigaan. Kepala mulai terasa pusing. Wawawaw.... kenapa lagi nih? Perasaan tadi baik2 aja. Kucoba untuk merehatkan sejenak tubuh ini. Sorenya, malamnya... semua cerita tentangnya.... semalam kusedih, hari ini kusuka^_^, getarannya terasa, yang tak mau kuhilang...

Mingguu...
Cerita di awal pagi perasaan udah kuceritakan. Sekarng mo fokus dalam cerita nganter2 mama. Kembali muter2 nganter mama ngurusin beberapa keperluannya. Mulai dari matahari terik sinari bumi hingga pulang mendapatkan rahmat hujannya... asyiiikkkk... mandi hujan... (haha... pengennya. Mimisan tahu rasa)

Nganter mama kemana2 tak tentu arah. Udah nyoba ngingetin mama.
“Ma... mending ditelpon dulu Ibuk atau Bapak yang akan kita kunjungi, dari pada kayak gini. Ke rumah orang yang mau kita temui, ternyata si empunya rumah ga berada di tempat.. kan cuappekk maaah...”, kataku sok manja...
“Yah... ndak papa lah.. hitung2 jalan2. kan kita udah lama ga jalan2...”, kata mama tetap bersikukuh...
“Ckckck... (sok geleng2 kepala) Ini mah bukan jalan2 ma, tapi aku jadi kayak tukang uojekk deehh... hehee..”...
Si mama ketawa cekikikan di belakang...
Mana kalo aku bawa motornya rada kenceng dikit aja (padahal ga pernah lewat dari 60 km/jam), mama langsung pegang2....
“Huaaa... ma.... jangan gitu... geliiiiiiii....”, ga kuat menahannya dengan motor yang justru jadi ga bener jalannya. Pokoknya risih banget kalo ada yang pegang2 apa aja dari diri ini. Selain ga terbiasa jadi geli aja...
Huahh.... si mama, bikin ku menderita... (haha... becanda ma... Sing sabar toh ndokk)
Sampe 4 rumah yang kita kunjungi tak ada penghuninya...
“Mhh..., kok pada kompakan keluar rumah ya?? Si Mama sih, ga ngederin saranku”
“Bukan itu lok, sebenernya mama ga punya nomor teleponnya. Hahhahhaa”, tawa mama bikin ku geli lagi.
“tenang ma... tenang... kontrol...kontrol. jangan pegang2 perutku mahh... ah si mama...”

***
Akhirnya....
Di Bulan ini, beberapa hal yang membuatku sedih yang membuatku bahagia... adalah rahmatNya...

Yang membuatku kesal:
1. Pihak sekolah yang memasukkanku untuk ngajar plus sampe jam 12an. Padahal yang lain ga kebagian. Aku kesal danmulai jenuh ketika orang2 hanya mengandalkan kerjaanku. Kenapa mesti aku?? Apa ga lihat, setiap bulan ramadhan aku bawa anak? So, pak wakasekk.. plis.. jangan bebani aku dengan kerjaan yang banyak lagi... aku lagi dapet job nih, ngebantu si ummi... (mudah2an permohonanku kemaren senin ini dikabulkan, meski sebenarnya ga enak. Tapi yang namanya kerjaan mesti dibagi2. Jangan bebankan ke satu orang aja... (hiks.. sok mellow deh)
2. Kesal karena beberapa kali dijadikan tukang ojek sama si mama n si uni. Kadang dijadiin supir taksi.... Keselnya bukan karena nganternya. Tapi karena nungguinnya... lama..lila...
3. Kesal dengan keanehan sikapku pada seseorang. Seseorang yang memunculkan getaran pada hatiku... Maaf yiaa...^_^, malova
Ya Allah, semoga aku dapat lebih sabar....

Putar2 Sertifikasi

Pagi beres2 rumah. Udah dua hari ini kebangun selalu jam setengah limaan kurang. Dengan tergopoh2 ke dapur. Hihi... si mama udah bangun... Biasa, kalo bangun rada cemberutut... hee... maaph maa... tehelat daku. Tapi ga masalah sih sebenarnya, karena emang dua hari ini ga masak n ga ada yang mesti disiapkan untuk sahur. Tapi kelihatannya makan sahur 2 hari ini rada lemes semua. Hmmm.. pasti makanannya ga seenak biasanya deh.. hiahha

Pagi sehabis tidur subuh (yang ada juga sholat subuh, hehew...). Beres2 rumah. Tak lama, karena rumah ini sbenarnya udah beres sejak dulu. Paling di acak2 dikit sama beberapa pria nakal di rumah. Main sepak bola di dalam rumah.... haseeemmmm (tak kejar dikau dek.... ngeberantakin lagi semua muwa)... eh, dianya malah ngajakin becanda. Main kejar2an. Udah aja si mama marah...ckck...

“Ini guru sama murid main kejar2an. Ga malu apa??”, ledek mama.
Hehe....**kalem...
“Lupa mah, aku sekarang udah guru ya??”, Hihi... malunya...
“Dasar murid aja yang hobi gangguin gurunya. Ya pasti di kasih pelajaran donk mah..”, belaku...
He..he...
Si aDek ketawa ngeledekin. “Guru aneh...”, katanya..
Hiks...

Balik lagi ke masalah judul (jadi ngalor ngidul gini)...
Nganter mama ngurus2 beberapa file yang salah. Puter sana puter sini. Pergi ke rumah elin (padahal ke rumahnya Pak Jhon)...jadi aja, elin ketemu elin jadi elin kuadrat. Dipangkatkan dan diakarkan jadi elin lagi.. hahhaha.... (naooon eta)..

Yah... mudah2an urusan mama cepat selesai. Jadi ga bakal desak2 aku buat mengikuti semua keinginan mama segera. Mmm (ssttt, jangan sampe mama tahu)... aku suka takut kalo mama udah ngedesak2,
“ayoo lah lok, cepet lah lok... “, dengan wajah memaksa...
Hiii... tatuut... tanpa ba bi bu, langsung melonjak. Ga tahu kerudung miring ataupun rok kebalik, terserahlah, yang jelas mama ga ngedesak2 lagi... hihi.. Ma... Luv U...
Semoga sertifikasinya cepat kelar..

Mamaku Idolaku

Mama memiliki beberapa kesamaan denganku, kata beberapa orang sih. Tapi ga semua lah. Cuman, setiap ku melihat beberapa sikap mama yang tak aku senangi. Aku selalu bilang,
“Huuh... aku gak mau deh kayak gitu... ga mau kayak mama yang seperti ini n itu”, hehehe...
Mama selalu ketawa mendengarnya. Beberapa kesamaan yang kumiliki dengan mama, membuatku sedikit takut kalo2 apa yang tak kusuka pada mama jadi turun padaku...hihii

Jauh dari lubuk hatiku terdalam. Mama lah orang yang paling aku banggakan ke siapapun yang kutemui. Mamalah orang yang paling sempurna. Mama lah orang yang paling tegar menjalani hidup bagiku. Mama yang paling hebat. Pkoknya mama.... terlepas dari semua kekurangannya. Mamakulah yang terbaik bagiku...

Pernah disanggah temen, "Ya iyalah...siapapun orang pasti ngebanggain mamanya", heee...
"Biarin, yang jelas bagiku mama best of the best"...^_^

Beberapa sikap mama yang kadang membuatku risih dan ga enak hati seringkali membuatku was2 dan takut nanti kulakukan. Makanya aku ga mau selalu mempermasalahkan apapu kekurangan orang lain. Toh, nanti kita bisa juga terperosok ke jurang yang sama. Mengapa harus memandang orang lain yang bersalah atas kekurangannya menjadi rendah?? Ku hanya ingin ambil yang positif2nya dari mama, dari semua orang yang kutemui. Kalo kelebihan mama sangat banyak kukira dan tak cukup kupaparkan dalam blog mungil ini...

Yang tak kusuka hanya beberapa, wajarlah. Mama pasti juga tahu itu. Ma.... turunkan ya pada anakmu ini sifat2 baikmu... hihi (maunya...)
Yang jelek2 n yang ga kusuka janganlah hendaknya diturunkan... :D

Ma..., kuingin evaluasi diri, seperti apakah diri ini??
Mama sering berubah2 dalam mengambil keputusan. Kadang ngebolehin, eh tiba2 ga boleh... Mudah2an aku ga seperti itu. Mungkin mama sering merasa kecewa dengan keputusan yang mendadak diambilnya. Keputusan yang berakibat fatal bagi keluarganya. Tak apa ma... ku tetep love mama..

Mama suka ngambek n diam ga jelas. Mungkin mama lagi memikirkan sesuatu beban yang berat dan tidak bisa diceritakannya....
Mama suka pasang wajah seram kalo marah... hahaha... (tak apalah, anakmu ini udah ga takut ngeliatnya, dikit sih. Paling kalo orang2 baru yang tak kenal mama pasti takuuuut banget... hihi)
Mama suka ga mau kalah. Mama... apapun kekuranganmu. Tetaplah kau yang terbaik untukku....
Ma..
Kau selalu lindungiku disaat takut
Hiburku disaat gelisah
Temaniku disaat gundah
Ku berdoa untukmu...
Semoga Allah selalu menyayangimu dan melindungi hari-hari mu...
Love U Mom...

My Life

By. Sherina

Tetes embun pagi
Alangkah cepat kau pergi
Tak inginkah kau sambut
Semesta berganti hari

Akankah tampak cerah
Ataukah mendungmu
Membayanyi hari-hari
Itu kan sangat berarti

Dalam hidup ini kuarungi
Lautan yang penuh mimpi
Dan misteri sang Illahi

It’s in my life, my heart, my soul
My sense of love
Kedamaian di hati

And in my life, my heart, my soul
My sense of love
Mutiara hidup di lautan luas
Kujalin dan kuhias di hati

Tetes embun yang pergi
Bilakah kau kembali
Takkan pernah ku tahu
Apa yang terjadi
Esok hari...

Alunan lagu yang sering temaniku dalam kesedihan dan kebahagiaan saat berangkat ke sekolah...
It’s my Live (hehe... inget bon jovi...^_^)

Manusia diciptakan dengan segala keanehannya...


Perbincangan dengan uni tentang karakter manusia pada umumnya cukup menarik kukira. Penilaian tentang fitrah manusia pada umumnya, tinggal bisa2nya kita memilahnya. Si Uni bilang kalo manusia di atur, jadi ngerasa risih. Dan akhirnya bosan serta tak mau di atur lagi. Tapi kalo dibiarkan sendiri n ga da yang ngaturnya, malah minta di atur. Walah...walah... emang aneh...
“Uni soalnya gtu”, kata uni. Hihi...

Saat mengidamkan sesuatu benda, pengennya cepat2 mendapatkannya. Setelah mendapatkan, maka menginginkan yang lain. Ada keinginan selalu mendapatkan yang lebih dan yang baru.
“Aduuuhh... takut juga.”
Mudah2an bisa disikapi secara bijaksana dan bijaksini.:) Banyak lagi contoh keanehan2 yang dimiliki manusia. Sebenarnya kalo kita bisa dengan positif menyikapinya dan berjiwa menerima apa adanya mungkin akan terasa nikmat. Seperti ceramah yang kudengar kemaren.
Allahlah yang mencukupkannya....

Manusiawi jika manusia menginginkan yang terbaik. Menginginkan sesuatu yang indah dan yang diinginkannya. Menginginkan sesuatu dan bermacam2. Karena Allah memberikan nafsu untuk manusia.

Nuntut ini nuntut itu macam2 keinginan yang diharapkan.
“Manusiawiii banget lin, wajar kalo punya perasaan itu”. Kalo kita pinter2, maka bakal jadi suatu ujian yang indah apabila telah melewatinya...”

Ya Allah semoga diri ini bisa menerima apapun yang telah Engkau beri. Cukupkanlah bagiku apa yang Engkau titipkan.. terima kasih Ya Allah...
Cukupkan bagiku...

Setangkai Bunga... Serangkai Kata... Berjuta Makna...

Siapa yang tak kan tersipu malu jika diberikan setangkai bunga....
Siapa yang hatinya yang tak kan berwarna jika ada yang memujinya...
Siapa yang tak kan terpana jika menemukan tulisan perasaan seseorang tentang dirinya....
Siapa yang tak kan tergerak hatinya? Siapa yang tak kan memikirkannya?

Setangkai Bunga di jiwa ku terima
Serangkai kata hadirkan makna kuperoleh
Semuanya sungguh syarat akan makna penting dalam hidupku. Karena kuhanya bisa seperti itu. Merasakan indahnya cinta yang telah diberikan
Menghayati getaran jiwa yang telah ditumbuhkan
Semoga tetap terjaga, diberi pupuk agar semakin bertambah..
Dalam cinta dan kasihNya...